Lompat ke isi utama

Berita

Tanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini, Bawaslu Wonogiri Gelar Konsolidasi Demokrasi di SMA Negeri 3 Wonogiri

g

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Slamet Mugiyono, bersama jajaran Dewan Saka Adyasta Pemilu Wonogiri berfoto bersama para siswa baru SMA Negeri 3 Wonogiri usai pelaksanaan kegiatan Konsolidasi Demokrasi, Rabu (22/7/2026).

WONOGIRI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri terus memperkuat upaya pendidikan demokrasi bagi generasi muda. Pada Rabu (22/7/2026), Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Slamet Mugiyono, bersama jajaran Dewan Saka Adyasta Pemilu Wonogiri melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi di SMA Negeri 3 Wonogiri. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa baru sebagai bagian dari penguatan wawasan kebangsaan dan pendidikan demokrasi sejak dini.

Dalam penyampaiannya, Slamet Mugiyono menegaskan bahwa generasi muda merupakan fondasi utama keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses memilih pemimpin dalam pemilu, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, menjunjung tinggi musyawarah, menaati aturan, serta berani menyampaikan pendapat secara santun dan bertanggung jawab.

"Kehadiran kami bersama Dewan Saka Adyasta Pemilu hari ini ingin menunjukkan bahwa belajar demokrasi itu menyenangkan dan bisa dilakukan oleh siapa saja sejak usia muda. Kalian bukan hanya penonton, melainkan pelaku utama yang akan menjaga kualitas demokrasi di masa mendatang," ujar Slamet di hadapan para peserta.

Ia juga mengajak para siswa untuk membangun karakter sebagai generasi yang kritis, bijak, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar, terutama di era digital yang dipenuhi arus informasi yang begitu cepat.

"Di era media sosial saat ini, tantangan demokrasi bukan hanya bagaimana memilih pemimpin, tetapi juga bagaimana menjadi warga negara yang cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan mudah percaya pada berita yang belum jelas kebenarannya, biasakan melakukan verifikasi, serta jadilah generasi yang mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan. Demokrasi yang sehat lahir dari masyarakat yang cerdas, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya," tambah Slamet.

Lebih lanjut, Slamet berharap para pelajar dapat menjadi pelopor budaya demokrasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai demokrasi harus dibiasakan melalui tindakan sederhana, seperti menghargai pendapat teman, menyelesaikan persoalan dengan musyawarah, disiplin terhadap aturan, dan aktif dalam berbagai kegiatan positif.

k

Sementara itu, perwakilan Dewan Saka Adyasta Pemilu Wonogiri turut berbagi pengalaman mengenai peran generasi muda dalam mengawal proses demokrasi. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya pengawasan partisipatif, kemampuan menyaring informasi yang benar, serta menjaga semangat persatuan dan toleransi di tengah keberagaman. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari para siswa.

Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Wonogiri berharap para siswa baru SMA Negeri 3 Wonogiri mampu tumbuh menjadi generasi yang cinta demokrasi, memiliki daya pikir kritis, menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan integritas, serta siap menjadi agen penyebar semangat demokrasi di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan demikian, pendidikan demokrasi tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi budaya yang terus tumbuh dalam kehidupan generasi muda Indonesia.

Humas Bawaslu Wonogiri