Bawaslu Wonogiri Perkuat Pengetahuan Kelas Sengketa melalui Simulasi Kasus Penyelesaian Sengketa Antar Peserta Pemilu
|
Wonogiri — Bawaslu Kabupaten Wonogiri terus memperkuat pemahaman dan kapasitas peserta kelas sengketa Sekolah Tinggi Agama Budha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri dalam penyelesaian sengketa proses Pemilu, Kamis 10 September 2026.
Penguatan pengetahuan tersebut dilakukan melalui metode simulasi kasus Penyelesaian Sengketa Antarpeserta (PSAP). Simulasi kasus PSAP menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teoritis, tetapi juga diajak mempraktikkan tahapan penyelesaian sengketa secara langsung. Peserta diberikan gambaran mengenai peristiwa sengketa, posisi para pihak, objek yang disengketakan, hingga proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan.
Melalui simulasi tersebut, peserta kelas sengketa diberikan kesempatan untuk memahami peran masing-masing pihak dalam proses penyelesaian sengketa antarpeserta. Peserta juga dilatih untuk mengidentifikasi pokok permasalahan, menggali fakta, memeriksa alat bukti, mendengarkan keterangan para pihak, serta menyusun pertimbangan sebelum menentukan penyelesaian.
Metode simulasi dipandang efektif untuk meningkatkan kemampuan teknis karena peserta dihadapkan pada situasi yang menyerupai proses penyelesaian sengketa yang sebenarnya. Dengan demikian, pengetahuan mengenai ketentuan hukum tidak berhenti pada aspek normatif, tetapi dapat diterapkan dalam menghadapi kasus konkret. Dalam pelaksanaannya, simulasi juga mendorong peserta untuk aktif berdiskusi dan menganalisis setiap tahapan. Peserta dituntut mampu membedakan antara fakta, dalil, alat bukti, dan norma hukum yang menjadi dasar dalam penyelesaian sengketa.
Bawaslu Kabupaten Wonogiri menilai pemahaman terhadap mekanisme PSAP penting sebagai bagian dari upaya membangun kesiapan menghadapi potensi sengketa dalam proses Pemilu. Penyelesaian sengketa yang dilakukan secara tepat, cepat, dan sesuai ketentuan diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga integritas proses demokrasi.
Melalui kelas sengketa dan simulasi kasus PSAP, Bawaslu Kabupaten Wonogiri berkomitmen untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang aplikatif, partisipatif, dan berbasis kasus.
Penguatan kapasitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan jajaran dan para pemangku kepentingan dalam memahami mekanisme penyelesaian sengketa proses Pemilu.
“Belajar sengketa tidak cukup hanya memahami aturan. Melalui simulasi kasus, peserta dilatih untuk memahami bagaimana aturan tersebut diterapkan dalam menghadapi persoalan konkret,” demikian semangat yang dibangun dalam kegiatan kelas sengketa Bawaslu Kabupaten Wonogiri.
Kontributor : Cak N
Foto : Al
Editor : Js