Lompat ke isi utama

Berita

Saka Adhyasta Pemilu Wonogiri dan Batang Perkuat Kolaborasi melalui Studi Tiru Daring Pengawasan Partisipatif

g

Suasana kegiatan studi tiru daring antara Saka Adhyasta Pemilu Kabupaten Wonogiri dan Saka Adhyasta Pemilu Kabupaten Batang (17/05/2026).

WONOGIRI – Semangat penguatan demokrasi partisipatif terus digaungkan oleh generasi muda melalui kegiatan studi tiru daring antara Saka Adhyasta Pemilu Kabupaten Wonogiri dan Saka Adhyasta Pemilu Kabupaten Batang yang diselenggarakan pada Minggu (17/05/2026) di Ruang Demokrasi Kantor Bawaslu Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.15 WIB tersebut mengusung tema “Berdiskusi & Berkolaborasi bersama Saka Adhyasta Pemilu Mengawal Demokrasi Bangsa”. Agenda ini menjadi ruang bertukar pengalaman, penguatan kapasitas, serta membangun sinergi antardaerah dalam pengembangan pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif berbasis kepemudaan secara virtual.

Acara dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh jajaran Saka Adhyasta Pemilu Kabupaten Wonogiri serta Saka Adhyasta Pemilu Kabupaten Batang. Kegiatan dipandu oleh Muhammad Ilham Rusdiansyah selaku pembawa acara dan Juan Hafit Bananto sebagai moderator.

Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah narasumber dan pengisi acara, di antaranya Anggota Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Slamet Mugiyono, S.E., M.E.Sy, bersama Aldi Ifnu Sutowo dan Romana Hamdhani Kusuma yang memberikan materi terkait penguatan peran generasi muda dalam menjaga demokrasi yang sehat dan berintegritas.

Anggota Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Slamet Mugiyono menyampaikan bahwa keberadaan Saka Adhyasta Pemilu merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan pemilih muda. Menurutnya, pengawasan partisipatif tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan generasi muda yang memiliki semangat kolaboratif dan kepedulian terhadap proses demokrasi.

“Studi tiru ini bukan hanya sekadar berbagi program kerja, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam mengawal demokrasi. Saka Adhyasta Pemilu harus mampu menjadi ruang pembelajaran, ruang pengabdian, sekaligus ruang kaderisasi bagi generasi muda yang peduli terhadap demokrasi,” ungkap Slamet Mugiyono.

Ia juga menegaskan bahwa tantangan demokrasi ke depan semakin kompleks, terutama dengan derasnya arus informasi digital yang berpotensi memunculkan hoaks, ujaran kebencian, hingga disinformasi politik. Oleh karena itu, peran anggota Saka Adhyasta Pemilu dinilai strategis sebagai agen edukasi di tengah masyarakat.

3

“Saya berharap anggota Saka Adhyasta Pemilu mampu menjadi pelopor pendidikan demokrasi di lingkungan masing-masing. Anak-anak muda harus berani menjadi agen perubahan, aktif mengedukasi masyarakat, melawan hoaks, menjaga netralitas, serta menanamkan nilai kejujuran dan integritas dalam setiap proses demokrasi,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Saka Adhyasta Pemilu Kabupaten Batang, Nur Faizin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan studi tiru daring tersebut. Menurutnya, forum diskusi virtual tetap mampu menghadirkan semangat kolaborasi dan pertukaran gagasan antaranggota Saka Adhyasta Pemilu dari kedua daerah.

“Kami merasa mendapatkan banyak pembelajaran baru, baik terkait pola pembinaan, program kerja, maupun semangat kolaborasi yang dibangun oleh Saka Adhyasta Pemilu Wonogiri. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan sekaligus mempererat hubungan antardaerah dalam mengawal demokrasi,” ujar Nur Faizin.

Ia juga berharap komunikasi dan kolaborasi antara Saka Adhyasta Pemilu Wonogiri dan Batang dapat terus berlanjut melalui berbagai program bersama yang melibatkan generasi muda dalam pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif.

Selain sesi diskusi dan pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan forum berbagi pengalaman mengenai program kerja, pola pembinaan, hingga strategi penguatan eksistensi Saka Adhyasta Pemilu di daerah masing-masing. Suasana diskusi berlangsung aktif dan interaktif dengan berbagai gagasan kolaboratif yang muncul dari peserta kedua kabupaten.

Melalui kegiatan studi tiru daring ini, diharapkan Saka Adhyasta Pemilu Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Batang dapat terus menjaga komunikasi dan kerja sama dalam pengembangan program kepemudaan berbasis demokrasi partisipatif.

Kegiatan tersebut juga menjadi komitmen bersama untuk saling menguatkan melalui penerapan ilmu dan pengalaman yang diperoleh, menjaga kolaborasi antardaerah, serta membentuk generasi muda yang mampu menjadi agen demokrasi dalam mengawal pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, semangat kolaborasi antaranggota Saka Adhyasta Pemilu diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat partisipasi masyarakat, khususnya pemilih muda, demi terciptanya demokrasi yang semakin berkualitas di Indonesia.

Humas Bawaslu Wonogiri