Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Wonogiri Siapkan Tim Fasilitasi untuk Perkuat Penyusunan Rencana Strategis Kelembagaan

f

Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri A. Joko Wuryanto bersama anggota pimpinan, Koordinator Sekretariat, dan staf sekretariat mengikuti rapat internal penyusunan Rencana Strategis (Renstra). Kegiatan diisi dengan pembahasan, penyamaan persepsi, pembagian tugas, serta diskusi aktif untuk memperkuat koordinasi dan perencanaan kelembagaan, Rabu (4/11/2026).

Wonogiri, 4 November 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri mulai mematangkan proses penyusunan Rencana Strategis (Renstra) melalui Rapat Internal Pembentukan Tim Fasilitasi, Penyamaan Persepsi, dan Pembagian Tugas Penyusunan Renstra, Rabu (4/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Demokrasi Kantor Bawaslu Kabupaten Wonogiri pukul 08.30 WIB tersebut diikuti Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri A. Joko Wuryanto, seluruh anggota pimpinan, Koordinator Sekretariat, serta staf sekretariat.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan perencanaan kelembagaan yang memiliki arah, sasaran, dan target kinerja yang jelas. Penyusunan Renstra dinilai penting untuk memastikan setiap kebijakan, program, dan kegiatan Bawaslu Kabupaten Wonogiri berjalan selaras dengan kebutuhan lembaga serta arah kebijakan kelembagaan secara berjenjang.

Dalam pembahasannya, Mayaris Kusdi selaku Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat (SDMO dan Diklat) mengarahkan pembahasan pada tiga agenda utama, yakni pembentukan tim fasilitasi, penyamaan persepsi mengenai mekanisme dan tahapan penyusunan, serta pembagian tugas dan tanggung jawab kepada unsur yang terlibat.

0

Pembentukan tim fasilitasi menjadi langkah awal untuk membangun koordinasi dan memastikan proses penyusunan Renstra berjalan secara sistematis. Tim tersebut diharapkan mampu mengoordinasikan kebutuhan data dan bahan, menghimpun masukan, menyusun materi, serta mengawal proses penyelesaian dokumen sesuai tahapan dan jadwal yang telah ditentukan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri, A. Joko Wuryanto, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur pimpinan dan sekretariat dalam proses penyusunan Renstra. Menurutnya, perencanaan strategis harus dibangun melalui pemahaman dan komitmen bersama agar dokumen yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan serta arah pengembangan kelembagaan.

“Renstra ini bukan hanya dokumen perencanaan, tetapi menjadi pijakan bagi lembaga dalam menentukan arah dan prioritas kerja ke depan. Karena itu, penyusunannya membutuhkan kontribusi seluruh unsur, baik pimpinan maupun sekretariat. Kita ingin dokumen yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lembaga dan dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ungkap A. Joko Wuryanto.

Sementara itu, Mayaris Kusdi menjelaskan bahwa penyamaan persepsi dan pembagian tugas merupakan bagian penting untuk menjaga kesinambungan proses penyusunan. Setiap anggota tim perlu memahami tahapan pekerjaan, kebutuhan data, serta tanggung jawab yang harus diselesaikan sehingga proses penyusunan dapat berjalan terkoordinasi dan tidak tumpang tindih.

“Yang perlu kita bangun adalah kesamaan pemahaman dan tanggung jawab bersama. Masing-masing bagian memiliki peran dalam memberikan data, informasi, dan masukan sesuai dengan bidang tugasnya. Dengan pembagian tugas yang jelas, proses penyusunan Renstra diharapkan lebih terarah, sistematis, dan dapat diselesaikan sesuai tahapan yang telah ditetapkan,” jelas Mayaris.

Suasana rapat berlangsung dinamis dengan diskusi aktif dari staf sekretariat. Sejumlah masukan dan tanggapan disampaikan terkait kebutuhan data, teknis penyusunan, pembagian peran, serta koordinasi antarbagian. Diskusi tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan pemahaman sekaligus mengidentifikasi berbagai hal yang perlu dipersiapkan dalam penyusunan dokumen Renstra.

Partisipasi aktif staf sekretariat menjadi bagian penting dalam proses ini. Dukungan data, informasi, dan pemahaman teknis dari masing-masing bagian diperlukan agar dokumen yang disusun tidak hanya memenuhi kebutuhan perencanaan, tetapi juga mampu menggambarkan kondisi dan kebutuhan nyata lembaga. Melalui diskusi bersama, setiap unsur diharapkan memiliki rasa tanggung jawab terhadap proses maupun hasil penyusunan Renstra.

Renstra bukan sekadar dokumen perencanaan administratif, melainkan pedoman strategis yang menjadi pijakan lembaga dalam menentukan prioritas, menetapkan sasaran, dan mengukur capaian kinerja. Kualitas penyusunannya akan turut menentukan konsistensi pelaksanaan program dan kegiatan kelembagaan dalam periode perencanaan mendatang.

[

Melalui rapat internal ini, Bawaslu Kabupaten Wonogiri berharap terbentuk tim fasilitasi yang solid, disertai kesamaan pemahaman dan komitmen bersama dari seluruh unsur pimpinan dan sekretariat. Dengan pembagian tugas yang jelas serta koordinasi yang berkesinambungan, proses penyusunan Renstra diharapkan dapat berjalan lebih terarah, sistematis, dan terukur.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kabupaten Wonogiri dalam memperkuat tata kelola kelembagaan dan meningkatkan kualitas perencanaan. Dengan perencanaan strategis yang matang, Bawaslu Kabupaten Wonogiri berupaya memastikan setiap program dan kegiatan memiliki arah serta tujuan yang jelas guna mendukung peningkatan kinerja dan kualitas pelaksanaan tugas pengawasan pemilu di Kabupaten Wonogiri.

Penulis : Dimas

Editor Foto : AL