Bawaslu Wonogiri Perkuat Sinergi dengan STABN Raden Wijaya dan STAIMAS, Bangun Ekosistem Demokrasi Berbasis Akademik
|
Wonogiri, 5 Agustus 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri terus memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik sebagai bagian dari upaya membangun demokrasi yang semakin berkualitas, partisipatif, dan berintegritas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri dan Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) di Ruang Demokrasi Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Rabu (5/8/2026).
Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut menjadi tonggak penting dalam membangun kemitraan strategis antara lembaga pengawas pemilu dan perguruan tinggi. Sinergi ini tidak hanya dimaksudkan untuk mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mengintegrasikan pengalaman empiris Bawaslu di bidang kepemiluan dengan kekuatan akademik yang dimiliki perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri, A. Joko Wuryanto, menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi kelembagaan untuk memperkuat demokrasi dari hulu melalui pendidikan politik dan peningkatan partisipasi masyarakat.
Menurutnya, demokrasi yang berkualitas tidak hanya ditentukan pada saat pelaksanaan pemilu, tetapi dibangun melalui proses pendidikan yang berkesinambungan, peningkatan literasi politik masyarakat, serta penguatan budaya pengawasan partisipatif.
"Masa non-tahapan pemilu bukan berarti kerja demokrasi berhenti. Justru pada periode inilah kita memiliki ruang yang luas untuk memperkuat kapasitas masyarakat, membangun kesadaran politik warga negara, dan memperluas jejaring kolaborasi. Perguruan tinggi merupakan mitra strategis karena memiliki sumber daya intelektual yang mampu melahirkan gagasan, penelitian, dan inovasi dalam pengembangan demokrasi," ujar A. Joko Wuryanto.
Ia menjelaskan bahwa Bawaslu memiliki mandat tidak hanya melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemilu dan pemilihan, tetapi juga mengembangkan pendidikan politik, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta membangun budaya pengawasan partisipatif. Di sisi lain, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kesamaan visi tersebut menjadi fondasi kuat dalam membangun kerja sama yang saling melengkapi.
"Kolaborasi ini bukan sekadar penandatanganan dokumen kerja sama. Yang paling penting adalah implementasinya. Kami berharap lahir berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di Kabupaten Wonogiri. Pengalaman praktis yang dimiliki Bawaslu dipadukan dengan kekuatan akademik perguruan tinggi akan menghasilkan berbagai inovasi dalam pendidikan demokrasi maupun pengawasan partisipatif," tambahnya.
Melalui Nota Kesepahaman tersebut, Bawaslu Kabupaten Wonogiri bersama STABN Raden Wijaya Wonogiri dan STAIMAS sepakat mengembangkan berbagai program kolaboratif, antara lain peningkatan literasi demokrasi bagi civitas akademika, penyelenggaraan pendidikan politik, pengembangan kelas pembelajaran mengenai penyelesaian sengketa proses pemilu, penelitian dan kajian ilmiah di bidang demokrasi dan kepemiluan, serta pengembangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang berorientasi pada penguatan pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Bawaslu juga membuka ruang yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk memanfaatkan data, pengalaman, serta dinamika pengawasan pemilu sebagai objek penelitian ilmiah. Hasil riset tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi akademik sekaligus menjadi rekomendasi berbasis bukti (evidence based policy) dalam penyempurnaan sistem pengawasan pemilu di masa mendatang.
Selain menghasilkan pengembangan ilmu pengetahuan, kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kesadaran demokrasi, berpikir kritis, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mewakili STAIMAS, Sugiyanto selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kemitraan dengan Bawaslu Kabupaten Wonogiri. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi peluang bagi perguruan tinggi untuk memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam berbagai program demokrasi dan kepemiluan.
Ia berharap Nota Kesepahaman tersebut segera ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan konkret sehingga mampu memberikan manfaat yang nyata bagi pengembangan institusi, mahasiswa, maupun masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua STABN Raden Wijaya Wonogiri, Dr. Sulaiman, menilai bahwa Bawaslu dan perguruan tinggi memiliki peran yang sama dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Menurutnya, demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi.
Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki fungsi strategis dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan, sedangkan Bawaslu memiliki pengalaman empiris dalam menjaga kualitas demokrasi melalui fungsi pengawasan. Oleh karena itu, sinergi kedua lembaga akan menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan demokrasi sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam mengawal setiap proses kepemiluan.
"Kolaborasi dan perluasan jejaring merupakan kebutuhan dalam menghadapi tantangan demokrasi yang terus berkembang. Kami berharap kerja sama ini mampu melahirkan berbagai inovasi, memperkuat pengawasan partisipatif, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga integritas pemilu sebagai fondasi demokrasi," ungkap Dr. Sulaiman.
Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman ini, Bawaslu Kabupaten Wonogiri menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan yang produktif dengan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter generasi muda. Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi lahirnya berbagai program berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat kelembagaan, tetapi juga membangun ekosistem demokrasi yang sehat, inklusif, dan berintegritas menuju penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang semakin berkualitas di masa mendatang.
Humas Bawaslu Wonogiri