Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Wonogiri Perkuat Profesionalisme SDM Melalui Pembinaan Kepegawaian dan Penguatan Tata Kelola Kelembagaan

d

Pimpinan dan jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Wonogiri mengikuti Rapat Internal Pembinaan Kepegawaian di Ruang Demokrasi Kantor Bawaslu Kabupaten Wonogiri.

Wonogiri – Bawaslu Kabupaten Wonogiri menggelar Rapat Internal Pembinaan Kepegawaian di Ruang Demokrasi Kantor Bawaslu Kabupaten Wonogiri sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta memperkuat tata kelola kelembagaan yang adaptif, akuntabel, dan berintegritas. Rabu24/06/2026)

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan dan sekretariat ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat pemahaman regulasi, serta membangun budaya kerja yang selaras dengan tuntutan kelembagaan pengawas pemilu yang semakin dinamis.

Rapat dibuka oleh Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Maryati. Dalam pengantarnya, ia menegaskan bahwa pembinaan kepegawaian bukan sekadar agenda administratif, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas kinerja aparatur, memperkuat kedisiplinan, serta memastikan setiap pegawai memahami tugas, fungsi, hak, dan kewajibannya secara utuh.

Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Antonius Joko Wuryanto, dalam arahannya menekankan bahwa kekuatan sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan kewenangan yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankan amanah organisasi.

“Pembinaan kepegawaian merupakan investasi jangka panjang bagi kelembagaan. SDM yang profesional, disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat melayani akan menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas kinerja Bawaslu. Karena itu, penguatan kapasitas pegawai harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan pengawasan pemilu yang semakin kompleks,” tegas Joko.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara unsur pimpinan dan sekretariat harus terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka, koordinasi yang efektif, serta pemahaman yang sama terhadap tujuan organisasi.

“Tidak ada keberhasilan kelembagaan yang dicapai secara individual. Seluruh unsur di Bawaslu harus bergerak dalam satu irama, saling mendukung dan menguatkan. Ketika koordinasi berjalan baik, maka kualitas pelayanan kelembagaan dan pelaksanaan tugas pengawasan akan semakin optimal,” tambahnya.

Materi utama pembinaan disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Wonogiri Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMO dan Diklat), Mayaris Kusdi. Ia menjelaskan pentingnya penyesuaian tata kerja sesuai perkembangan regulasi, khususnya yang mengacu pada Peraturan Bawaslu Nomor 3 Tahun 2022.

Menurutnya, perubahan tata kerja merupakan langkah strategis untuk menciptakan organisasi yang lebih efektif, terstruktur, dan akuntabel. Selain itu, pemahaman yang baik mengenai pola hubungan kerja antara pimpinan dan sekretariat menjadi kunci dalam menciptakan koordinasi yang harmonis dan produktif.

Dalam sesi pembahasan juga ditegaskan bahwa mekanisme pengambilan keputusan di lingkungan Bawaslu dilaksanakan melalui rapat pleno pimpinan sebagai forum tertinggi dalam penentuan kebijakan strategis. Mekanisme tersebut merupakan implementasi prinsip kolektif kolegial yang menjadi karakter utama tata kelola organisasi Bawaslu.

Selain aspek tata kerja, pembinaan juga menyoroti pentingnya menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Netralitas dipandang bukan hanya sebagai kewajiban hukum, melainkan juga komitmen moral untuk menjaga marwah demokrasi dan kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu.

Pada sesi berikutnya, Maryati menyampaikan materi mengenai hak dan kewajiban ASN, termasuk ketentuan cuti bagi PNS maupun PPPK serta kewajiban menjaga disiplin, menaati peraturan perundang-undangan, dan memberikan pelayanan yang profesional serta bertanggung jawab.

Penguatan kapasitas pegawai juga diperkaya dengan materi dari Anggota Bawaslu Kabupaten Wonogiri Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H), Slamet Mugiyono. Ia menekankan pentingnya penerapan skala prioritas dalam bekerja, manajemen waktu yang efektif, serta pola komunikasi yang baik guna memastikan setiap pekerjaan dapat diselesaikan secara tepat sasaran dan tepat waktu.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Wonogiri Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi (PP dan Datin), Ambar Endro Saputro, menyampaikan materi mengenai pentingnya kedisiplinan, karakter, dan loyalitas dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu. Menurutnya, integritas, kejujuran, profesionalitas, dan kepatuhan terhadap aturan merupakan nilai-nilai fundamental yang harus dimiliki setiap insan pengawas pemilu.

Melalui kegiatan pembinaan ini, Bawaslu Kabupaten Wonogiri menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi yang kuat melalui penguatan kualitas sumber daya manusia. Pembinaan kepegawaian tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi teknis pegawai, tetapi juga membentuk budaya kerja yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada pelayanan publik dan penguatan demokrasi.

Menutup kegiatan, Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri berharap seluruh materi yang telah disampaikan dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Pembinaan ini bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi menjadi refleksi bersama dalam memperkuat etos kerja, integritas, dan tanggung jawab sebagai bagian dari lembaga pengawas pemilu. Dengan SDM yang berkualitas dan tata kelola yang baik, Bawaslu Wonogiri akan semakin siap memberikan kontribusi terbaik bagi demokrasi yang berintegritas,” pungkasnya.

Humas Bawaslu Wonogiri