Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Wonogiri Implementasikan Program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian, Wujudkan Pengawasan Pemilu yang Sehat, Berintegritas, dan Peduli Lingkungan

g

Anggota Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Mayaris Kusdi, memimpin jajaran Sekretariat Bawaslu Wonogiri dalam kegiatan Jumat Sehati melalui jalan sehat bersama, Jumat (9/7/2026).

Wonogiri – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri sebagai bagian dari jajaran pengawas pemilu di bawah koordinasi Bawaslu Provinsi Jawa Tengah terus melakukan penguatan kelembagaan melalui berbagai inovasi program strategis. Salah satunya dengan mengimplementasikan Program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian sebagai tindak lanjut Surat Edaran Ketua Bawaslu Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2025.

Program tersebut menjadi pedoman operasional sekaligus bentuk kontekstualisasi lokal dalam membangun budaya kerja yang sehat, berintegritas, serta memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu partisipatif.

Kabupaten Wonogiri memiliki karakteristik wilayah yang berbeda dibandingkan daerah lain. Dengan wilayah yang luas, mencakup 25 kecamatan, serta kondisi geografis yang didominasi kawasan perbukitan, pegunungan, dan bentang alam karst, jajaran pengawas pemilu dituntut memiliki kesiapan fisik, mental, dan daya juang tinggi dalam menjalankan tugas pengawasan.

Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Bawaslu Wonogiri dalam memastikan seluruh proses pengawasan dapat berjalan secara optimal hingga ke pelosok wilayah. Oleh karena itu, diperlukan aparatur pengawas yang tidak hanya memiliki kapasitas kelembagaan, tetapi juga mempunyai ketahanan fisik, keteguhan moral, serta kedekatan dengan masyarakat.

Melalui Program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian, Bawaslu Wonogiri berupaya menghadirkan budaya kerja yang mengintegrasikan aspek kesehatan jasmani, kesehatan rohani, penguatan integritas, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Jumat Sehati: Memperkuat Kesiapan Fisik dan Mental Pengawas Pemilu

Program Jumat Sehati menjadi ruang pembinaan internal bagi jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Wonogiri untuk membangun kebiasaan hidup sehat dan memperkuat kesiapan aparatur dalam menghadapi dinamika pengawasan pemilu.

Kegiatan Jumat Sehati dilaksanakan setiap Jumat pagi dengan mengombinasikan aktivitas kebugaran fisik dan pembinaan mental spiritual.

Dalam aspek fisik, kegiatan dilakukan melalui olahraga bersama, seperti senam, jalan sehat, maupun aktivitas kebugaran lainnya di lingkungan kantor. Kegiatan tersebut menjadi sarana menjaga stamina jajaran pengawas agar tetap prima dalam menjalankan tugas yang membutuhkan mobilitas tinggi.

Sementara itu, aspek rohani dilakukan melalui kegiatan pembinaan mental, tausiyah keagamaan, refleksi nilai integritas, maupun diskusi penguatan karakter aparatur.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Wonogiri ingin memastikan bahwa pengawas pemilu memiliki keseimbangan antara kekuatan fisik dan keteguhan moral.

Pengawasan pemilu tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan pribadi yang kuat, jujur, dan mampu menjaga integritas ketika menghadapi berbagai tantangan maupun potensi tekanan dalam menjalankan tugas.

f

Jumpa Berlian: Menghubungkan Pengawasan Pemilu dengan Kepedulian Lingkungan

Selain penguatan internal kelembagaan, Bawaslu Wonogiri juga mengimplementasikan Program Jumpa Berlian (Jujur, Menanam, Pelihara, Amankan, Bersih, Lingkungan dan Alam Nyata) sebagai gerakan pengawasan partisipatif yang melibatkan masyarakat.

Program ini menjadi bentuk pendekatan baru dalam membangun kesadaran publik bahwa menjaga demokrasi dan menjaga lingkungan merupakan dua hal yang memiliki nilai yang sama penting.

Wonogiri sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam sekaligus menghadapi tantangan lingkungan, seperti kawasan rawan kekeringan dan lahan kritis, menjadi tempat yang tepat untuk mengembangkan gerakan sosial berbasis kepedulian lingkungan.

Melalui Jumpa Berlian, Bawaslu Wonogiri mendorong masyarakat untuk aktif dalam kegiatan seperti:

  • aksi kebersihan lingkungan dan fasilitas publik;

  • penghijauan melalui penanaman pohon;

  • menjaga kawasan tangkapan air;

  • membersihkan lingkungan dari sampah dan limbah;

  • mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengawasan pemilu partisipatif.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan lingkungan juga menjadi ruang edukasi demokrasi. Jajaran pengawas dapat menyampaikan pesan-pesan kepemiluan secara langsung kepada masyarakat, termasuk mengajak warga menolak politik uang, menjaga suasana pemilu yang damai, serta berani melaporkan dugaan pelanggaran pemilu.

Pendekatan ini menjadi bentuk nyata bahwa pengawas pemilu hadir tidak hanya ketika tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga hadir bersama masyarakat dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Internalisasi Nilai Lokal dalam Filosofi Program

Implementasi Jumat Sehati dan Jumpa Berlian di Kabupaten Wonogiri disesuaikan dengan karakter masyarakat lokal yang memiliki semangat “Sesarengan Mbangun Wonogiri”.

Nilai tersebut menjadi dasar bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab lembaga pengawas, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Dalam filosofi Program Jumat Sehati, simbol kesiapsiagaan diterjemahkan sebagai semangat pantang menyerah menghadapi kondisi geografis Wonogiri.

Dari wilayah selatan Paranggupito hingga wilayah timur Purwantoro, jajaran pengawas harus memiliki kesiapan untuk menjangkau seluruh masyarakat demi memastikan hak pilih warga tetap terlindungi.

Sementara itu, filosofi Jumpa Berlian diterjemahkan melalui beberapa nilai utama:

JU (Jujur)
Meneguhkan komitmen jajaran pengawas untuk menjaga integritas, bekerja secara profesional, dan tidak mudah dipengaruhi kepentingan politik tertentu.

MPA (Menanam, Pelihara, Amankan)
Tidak hanya dimaknai dalam konteks penghijauan, tetapi juga sebagai upaya menanamkan nilai demokrasi yang sehat kepada masyarakat, terutama pemilih pemula.

BER (Bersih)
Mendorong terciptanya pemilu yang bersih dari politik uang, kampanye hitam, berita bohong, dan praktik transaksional.

LIAN (Lingkungan dan Alam Nyata)
Menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Publikasi dan Fleksibilitas Pelaksanaan di Wilayah Wonogiri

Dalam mendukung keberhasilan program, Bawaslu Wonogiri akan melakukan publikasi secara aktif melalui berbagai kanal komunikasi kelembagaan, seperti media sosial resmi Instagram, Facebook, dan YouTube.

Dokumentasi kegiatan Jumat Sehati dan Jumpa Berlian akan menjadi bagian dari upaya transparansi sekaligus edukasi publik mengenai aktivitas kelembagaan Bawaslu.

Selain itu, pelaksanaan program juga mempertimbangkan kondisi geografis dan karakteristik masing-masing wilayah.

Bawaslu Wonogiri memberikan ruang fleksibilitas dalam bentuk kegiatan sesuai kemampuan, kondisi lingkungan, serta kearifan lokal masyarakat. Hal tersebut mengingat karakter wilayah Wonogiri yang memiliki perbedaan antara kawasan perkotaan dengan wilayah perbukitan maupun pelosok.

Esensi utama program bukan hanya pada bentuk kegiatan, tetapi pada konsistensi pelaksanaan dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Membangun Wajah Pengawasan Pemilu yang Humanis dan Berkelanjutan

Penerapan Surat Edaran Ketua Bawaslu Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2025 melalui Program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian menjadi langkah nyata Bawaslu Kabupaten Wonogiri dalam menghadirkan pengawasan pemilu yang lebih humanis, adaptif, dan dekat dengan masyarakat.

Bawaslu Wonogiri meyakini bahwa pengawas pemilu yang sehat secara jasmani, kuat secara mental, dan kokoh dalam integritas merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pemilu yang demokratis, jujur, dan adil.

Melalui kolaborasi bersama masyarakat, komunitas, serta berbagai elemen daerah, Program Jumpa Berlian diharapkan mampu membangun kesadaran baru bahwa menjaga demokrasi adalah tanggung jawab bersama.

Masyarakat Wonogiri tidak hanya diajak menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga menjadi bagian dari penjaga demokrasi sekaligus pelindung kelestarian alam untuk masa depan.

Humas Bawaslu Wonogiri