Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Wonogiri Tanamkan Nilai-Nilai Demokrasi Sejak Dini melalui Kegiatan MPLS di SMAN 1 Baturetno

f

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Slamet Mugiyono, menyampaikan materi pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif kepada 375 peserta didik baru SMAN 1 Baturetno dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026)

Wonogiri, 15 Juli 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri terus memperkuat upaya pencegahan pelanggaran pemilu melalui pendidikan demokrasi kepada generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan SMAN 1 Baturetno yang dirangkaikan dengan kegiatan sosialisasi pendidikan demokrasi kepada peserta didik baru dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026).

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri bersama Kepala SMAN 1 Baturetno, Singgih Santoso, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengembangkan pendidikan demokrasi, penguatan literasi kepemiluan, serta pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah. Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan sinergi yang berkelanjutan antara Bawaslu dan satuan pendidikan dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan demokrasi.

Usai penandatanganan Nota Kesepahaman, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pendidikan demokrasi yang diikuti oleh 375 peserta didik baru kelas X SMAN 1 Baturetno. Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Wonogiri menghadirkan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H), Slamet Mugiyono, sebagai narasumber.

w

Dalam pemaparannya, Slamet Mugiyono menjelaskan tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu dalam mengawasi seluruh tahapan Pemilu dan Pemilihan. Ia menegaskan bahwa peran Bawaslu tidak hanya dilaksanakan pada saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga pada masa non-tahapan melalui berbagai program pendidikan politik, sosialisasi demokrasi, dan penguatan partisipasi masyarakat sebagai strategi pencegahan terhadap potensi pelanggaran pemilu.

"Bawaslu tidak hanya bekerja ketika ada tahapan Pemilu atau Pemilihan. Pada masa non-tahapan kami terus hadir melalui kegiatan pendidikan demokrasi, karena pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dalam mewujudkan demokrasi yang berintegritas. Melalui kerja sama dengan dunia pendidikan, kami ingin menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini agar lahir generasi yang memiliki karakter, integritas, dan kepedulian terhadap bangsa," ujar Slamet Mugiyono.

Lebih lanjut, Slamet mengajak para peserta didik untuk menjadi generasi yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

"Kalian adalah generasi yang suatu saat akan menjadi pemilih, pemimpin, bahkan penyelenggara negara. Oleh karena itu, biasakan melakukan cek fakta sebelum mempercayai atau membagikan informasi. Jangan mudah terprovokasi oleh hoaks, fitnah, ujaran kebencian maupun praktik kampanye hitam (black campaign) yang dapat merusak persatuan dan kualitas demokrasi," tambahnya.

Selain mengenalkan tugas dan fungsi Bawaslu, para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas. Para siswa diajak untuk mulai membangun budaya demokrasi melalui sikap saling menghormati, menjunjung tinggi kejujuran, disiplin, serta bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMAN 1 Baturetno, Singgih Santoso, menyambut baik kerja sama yang terjalin dengan Bawaslu Kabupaten Wonogiri. Menurutnya, pendidikan demokrasi merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang perlu dikenalkan kepada peserta didik sejak memasuki lingkungan sekolah.

"Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Bawaslu Kabupaten Wonogiri atas terjalinnya Nota Kesepahaman ini. Sinergi antara sekolah dan Bawaslu menjadi langkah strategis dalam memberikan pendidikan demokrasi kepada peserta didik. Kami berharap para siswa tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, menghargai perbedaan, serta mampu menjadi warga negara yang bertanggung jawab," ujar Singgih Santoso.

Ia menambahkan bahwa materi yang diberikan dalam kegiatan MPLS sangat relevan dengan tujuan sekolah dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, disiplin, berintegritas, serta memiliki kemampuan berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi digital.

Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta didik aktif mengikuti pemaparan materi dan berdiskusi mengenai demokrasi, kepemiluan, bahaya penyebaran hoaks, pentingnya literasi digital, hingga peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman ini, Bawaslu Kabupaten Wonogiri berharap kolaborasi dengan SMAN 1 Baturetno dapat menjadi model sinergi antara penyelenggara pemilu dan lembaga pendidikan dalam membangun budaya demokrasi sejak dini. Pendidikan demokrasi yang berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, kritis, berintegritas, serta berpartisipasi aktif dalam mewujudkan demokrasi Indonesia yang semakin berkualitas, bermartabat, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Humas Bawaslu Wonogiri