Bakesbangpol Wonogiri Gandeng KPU dan Bawaslu Tanamkan Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula di SMK Pancasila 1 Wonogiri
|
Wonogiri – Pemerintah Kabupaten Wonogiri melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Wonogiri terus memperkuat pendidikan politik bagi generasi muda sebagai upaya membangun demokrasi yang berkualitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula yang digelar di SMK Pancasila 1 Wonogiri, Kamis (16/7/2026), dengan menggandeng KPU Kabupaten Wonogiri dan Bawaslu Kabupaten Wonogiri sebagai narasumber.
Kegiatan yang diikuti ratusan siswa tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, didampingi Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Wonogiri, Imam Santosa. Turut hadir Ketua KPU Kabupaten Wonogiri Satya Graha beserta jajaran, Anggota Bawaslu Kabupaten Wonogiri Slamet Mugiyono beserta staf, kepala sekolah, dewan guru, serta para peserta didik SMK Pancasila 1 Wonogiri.
Dalam sambutannya, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset bangsa yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia melalui hak pilihnya pada Pemilu 2029. Oleh karena itu, para pelajar diharapkan memiliki kepedulian terhadap kehidupan demokrasi dan tidak bersikap apatis terhadap pemilu.
"Kalian adalah generasi yang akan menggunakan hak pilih pada Pemilu 2029. Jangan sampai apatis terhadap pemilu, karena satu suara dapat menentukan arah pembangunan bangsa. Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi, namun persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga sebagaimana nilai yang terkandung dalam Sila Ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia," tegas Setyo Sukarno.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Wonogiri, Imam Santosa, menjelaskan bahwa penyelenggaraan sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam meningkatkan literasi politik masyarakat sejak usia sekolah. Menurutnya, pendidikan politik tidak hanya bertujuan meningkatkan angka partisipasi pemilih, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang dewasa dalam berdemokrasi.
"Pendidikan politik harus mampu melahirkan generasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilihnya. Yang tidak kalah penting, para pelajar harus menjadi pelopor dalam menjaga kedamaian, menghormati perbedaan pilihan politik, serta menolak penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun provokasi yang dapat memecah belah persatuan. Demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud apabila seluruh masyarakat mengedepankan toleransi, dialog, dan semangat persaudaraan sesuai nilai-nilai Pancasila," ujar Imam Santosa.
Memasuki sesi materi, Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Satya Graha, bersama jajaran menjadi narasumber pertama dengan menyampaikan materi bertajuk "Satu Suaramu Menentukan Arah Bangsa". Dalam paparannya, Satya menekankan pentingnya partisipasi politik bagi pemilih pemula sebagai salah satu pilar utama keberhasilan demokrasi.
Ia menjelaskan bahwa setiap suara memiliki nilai yang sama dalam menentukan arah pembangunan bangsa dan daerah. Oleh sebab itu, para pelajar diharapkan menggunakan hak pilih secara cerdas, rasional, dan bertanggung jawab ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih.
"Jangan pernah menganggap satu suara tidak berarti. Masa depan bangsa ditentukan oleh pilihan setiap warga negara. Gunakan hak pilih berdasarkan rekam jejak, visi, misi, dan integritas calon, bukan karena politik uang ataupun informasi yang menyesatkan. Jadilah pemilih pemula yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menentukan masa depan Indonesia," jelas Satya Graha.
Selanjutnya, Anggota Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Slamet Mugiyono, didampingi jajaran staf, menyampaikan materi mengenai Pengawasan Partisipatif (Soswatif). Ia menjelaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan pemilu.
"Pengawasan partisipatif merupakan bentuk kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat dalam menjaga integritas pemilu. Kami mengajak para pelajar untuk berani peduli terhadap proses demokrasi, memahami aturan kepemiluan, serta tidak ragu melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran. Semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam pengawasan, semakin besar peluang terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas," ungkap Slamet Mugiyono.
Slamet menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Selain menjadi pemilih yang cerdas, pelajar juga diharapkan menjadi pelopor pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat dengan mengedepankan nilai kejujuran, keadilan, dan kepedulian terhadap proses demokrasi.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kepemiluan, partisipasi politik, pengawasan partisipatif, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan politik.
Melalui kolaborasi antara Kesbangpol Kabupaten Wonogiri, KPU Kabupaten Wonogiri, dan Bawaslu Kabupaten Wonogiri, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi politik generasi muda, memperkuat partisipasi pemilih pemula pada Pemilu 2029, serta menanamkan budaya demokrasi yang berintegritas, damai, dan menjunjung tinggi nilai Persatuan Indonesia sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Humas Bawaslu Wonogiri