Hadapi Masa Kampanye, Bawaslu Wonogiri Ikuti Rakornas Bersama Seluruh Bawaslu Se-Indonesia
|
Slamet Mugiyono (duduk keempat kanan) saat menghadiri Rakornas Pencegahan dan Persiapan Pengawasan Kampanye Pemilu 2024
Wonogiri-Bertujuan untuk mencegah maraknya pelanggaran pemilu khususnya pada masa kampanye Pemilu 2024, Bawaslu RI menggelar Rapat Koordinasi Nasional di Kupang Nusa Tenggara Timur. Bawaslu Wonogiri melalui Koordinator Pencegahan, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Slamet Mugiyono mengikuti giat yang dilaksankanan selama 3 hari.
Rakornas dibuka oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI Lolly Suhenti. Pada kesempatan ini, Lolly berpesan agar pengawas Pemilu di semua tingkatan untuk fokus, menjaga soliditias dalam mengawasi tahapan kampanye.
Lebih lanjut, dia menegaskan agar Divisi Pencegahan dan Divisi Penanganan Pelanggaran untuk membangun kolaborasi kerja yang baik untuk mengawasi tahapan kampanye. Lolly mengingatkan bahwa kedua divisi ini menjadi garda terdepan sebagai tim fasilitas pengawasan kampanye. Untuk itu, Kordiv harus meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terkait regulasi, titik rawan dengan memaksimalkan semua stakeholder terkait. Karena yang diperlukan bukan hanya keberanian tetapi juga pengetahuan yang cukup dalam penegakan hukum pemilu masa kampanye.
"Sebagai pengawas pemilu harus punya keberanian mengawasi pemilu. Keberanian tanpa pengetahuan hanya ngawur tetapi keberanian harus diikuti dengan pemahaman regulasi yang baik." Ujar Lolly
Pada sambutannya, mantan anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat ini juga menjelaskan mengapa kegiatan ini dilaksanakan di Kupang Nusa Tenggara Timur. Hal ini dikarenakan NTT memiliki indeks kerawanan pemilu cukup tinggi dan beberapa kabupaten di NTT memiliki kerawanan tinggi. "NTT sebagai tuan rumah Nusa Terindah Toleransi (NTT) dalam IKP posisi provinsi rawan sedang, rawan tinggi dalam dimensi kontestasi. Posisi rawan tinggi politisasi suara di Kabupaten Malaka dan Alor." Pungkasnya
Sebagai informasi, kegiatan ini selain mengikuti pemaparan dari berbagai narasumber yang menghadirkan Ida Budhiati (akademisi), Dr. Solapari (pegiat pemilu), Ismail Fahmi (drone emprit) juga dilakukan pemaparan dari masing - masing Provinsi terkait evaluasi pelaksanaan pengawasan dan kerawanan kampanye pada pemilu tahun 2019.