Bawaslu Wonogiri Perkuat Kaderisasi Saka Adhyasta Pemilu 2026 melalui Orientasi dan Pembekalan Tiga Materi Krida
|
Wonogiri, 31 Oktober 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri memperkuat pendidikan pengawasan partisipatif melalui kegiatan Orientasi Calon Anggota Saka Adhyasta Pemilu Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu (31/10/2026), bertempat di Kantor Bawaslu Kabupaten Wonogiri yang juga menjadi Sekretariat Saka Adhyasta Pemilu Wonogiri.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMA dari sejumlah sekolah di Kabupaten Wonogiri yang dipersiapkan menjadi calon anggota Saka Adhyasta Pemilu. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua dan Wakil Ketua Pimpinan Saka Adhyasta Pemilu Wonogiri, Slamet Mugiyono dan Maryati, serta para instruktur Saka dari masing-masing krida yang memberikan pembekalan materi sesuai bidang pengawasan kepemiluan.
Orientasi ini tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan kelembagaan dan organisasi kepramukaan, tetapi merupakan bagian dari proses kaderisasi untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, integritas, dan kepedulian terhadap pengawasan pemilu. Melalui kegiatan ini, calon anggota diharapkan memahami peran strategis Saka Adhyasta Pemilu sebagai wadah pembinaan dan pendidikan pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda.
Dalam pembekalan tersebut, Bawaslu Wonogiri menyampaikan tiga materi utama yang menjadi kompetensi dasar Saka Adhyasta Pemilu, yakni Krida Pencegahan Pemilu, Krida Pengawasan Pemilu, dan Krida Penanganan Pelanggaran Pemilu.
Pada materi Krida Pencegahan Pemilu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai upaya pencegahan potensi pelanggaran melalui edukasi, sosialisasi, dan peningkatan kesadaran masyarakat. Pembahasan juga mencakup pentingnya membangun sikap kritis terhadap praktik politik uang, politisasi SARA, penyebaran berita bohong atau hoaks, serta berbagai tindakan yang dapat mencederai integritas pemilu.
Selanjutnya, materi Krida Pengawasan Pemilu memberikan pemahaman mengenai ruang lingkup pengawasan, pengenalan potensi kerawanan, serta keterlibatan masyarakat dalam mengawasi proses penyelenggaraan pemilu. Peserta diperkenalkan dengan pentingnya mengamati, mengidentifikasi, dan menyampaikan informasi awal apabila menemukan dugaan pelanggaran dalam tahapan pemilu.
Sementara itu, melalui Krida Penanganan Pelanggaran Pemilu, peserta memperoleh pengetahuan mengenai pengenalan jenis-jenis dugaan pelanggaran, mekanisme penyampaian laporan atau informasi awal, serta gambaran proses penanganan pelanggaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Materi ini menekankan pentingnya sikap objektif, kecermatan, dan tanggung jawab dalam menyikapi setiap dugaan pelanggaran.
Ketua Pimpinan Saka Adhyasta Pemilu Wonogiri, Slamet Mugiyono, dalam arahannya menyampaikan bahwa orientasi menjadi tahapan penting dalam membangun pemahaman dan kesiapan calon anggota sebelum menjalankan peran dalam kegiatan Saka.
Menurutnya, Saka Adhyasta Pemilu tidak hanya menjadi wadah aktivitas kepramukaan, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membentuk generasi muda yang memahami demokrasi dan memiliki kepedulian terhadap pengawasan pemilu.
“Melalui orientasi ini, kami berharap calon anggota tidak hanya mengenal Saka Adhyasta Pemilu secara kelembagaan, tetapi juga memahami substansi setiap krida. Pengetahuan yang diperoleh harus menjadi bekal untuk membangun kesadaran demokrasi, menumbuhkan kepedulian, dan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pengawasan pemilu,” ungkap Slamet.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Calon anggota mengikuti penyampaian materi dengan aktif, mengajukan berbagai pertanyaan, serta terlibat dalam diskusi bersama para pemateri dan instruktur masing-masing krida. Interaksi tersebut menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman sekaligus menghubungkan materi pengawasan dengan persoalan demokrasi yang berkembang di lingkungan masyarakat.
Keberadaan Kantor Bawaslu Kabupaten Wonogiri sebagai Sekretariat Saka Adhyasta Pemilu juga diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan, koordinasi, dan pengembangan kapasitas anggota. Dengan dukungan pimpinan Saka dan instruktur dari masing-masing krida, proses pendidikan dan pembinaan diharapkan dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Melalui Orientasi Saka Adhyasta Pemilu Tahun 2026, Bawaslu Kabupaten Wonogiri menegaskan pentingnya membangun kader pengawasan partisipatif sejak dini. Generasi muda tidak hanya dipersiapkan sebagai pemilih dalam pemilu, tetapi juga sebagai warga negara yang memiliki kesadaran, keberanian, dan tanggung jawab untuk ikut menjaga proses demokrasi.
Saka Adhyasta Pemilu Wonogiri diharapkan terus menjadi ruang kaderisasi yang produktif dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi, memperluas pendidikan kepemiluan, serta mendorong tumbuhnya budaya pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah, masyarakat, dan komunitas kepramukaan.
Penulis Foto :AL
Editor :AL