Manfaatkan Agenda Apel Kemanusiaan, Bawaslu Wonogiri Ajak KRI Wonogiri Collab Kawal Demokrasi Bersih
|
WONOGIRI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri terus memperkuat pengawasan partisipatif masyarakat melalui Program Konsolidasi Demokrasi. Upaya tersebut salah satunya dilakukan dalam kegiatan “Apel Siaga KRI Peduli Kemarau dan Dolan Bareng” yang diselenggarakan Komunitas Relawan Independen (KRI) Pos Baturetno pada Minggu (24/05/2026).
Kegiatan yang diikuti ratusan relawan tersebut menjadi momentum bagi Bawaslu Wonogiri untuk melaksanakan konsolidasi demokrasi sekaligus penguatan kesadaran masyarakat dalam mengawal proses Pemilu dan Pemilihan secara partisipatif.
Hadir dalam agenda tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Wonogiri sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi, Ambar Endro Saputro. Dalam sosialisasinya, Ambar menyampaikan materi Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Pemilu sebagai langkah strategis untuk membangun keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga demokrasi yang bersih dan berintegritas.
Ambar menegaskan bahwa pengawasan tidak dapat dilakukan hanya oleh penyelenggara pemilu semata, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, komunitas relawan memiliki posisi penting sebagai mitra pengawasan di lapangan.
“Demokrasi yang sehat membutuhkan keterlibatan masyarakat. Kami berharap relawan KRI dapat menjadi bagian dari pengawasan partisipatif dengan ikut mengawasi setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan agar berjalan jujur, adil, dan sesuai aturan,” ujar Ambar Endro Saputro.
Selain memberikan pemahaman mengenai pengawasan partisipatif, Ambar juga mengingatkan masyarakat terkait bahaya politik uang yang masih menjadi ancaman serius dalam demokrasi. Ia menegaskan bahwa praktik politik uang tidak hanya merusak kualitas pemimpin yang terpilih, tetapi juga dapat dikenai sanksi hukum bagi pemberi maupun penerima.
“Politik uang merupakan pelanggaran serius yang merusak esensi demokrasi. Karena itu, masyarakat harus berani menolak dan melaporkan apabila menemukan praktik tersebut di lapangan,” tambahnya.
Kegiatan Program Konsolidasi Demokrasi ini mendapat respons positif dari jajaran KRI Wonogiri. Ketua KRI Wonogiri, Dedy Aryanto, bersama Ketua KRI Pos Baturetno, Maryoto, menyatakan kesiapan organisasi relawan untuk bersinergi dengan Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Wonogiri.
Mereka menegaskan bahwa jaringan relawan KRI siap mendukung pengawasan partisipatif dan ikut menjadi penggerak edukasi demokrasi di tengah masyarakat, khususnya dalam mendorong Pemilu dan Pemilihan yang damai, bersih, dan bebas dari praktik kecurangan.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Wonogiri berharap kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat dapat terus diperkuat guna menciptakan demokrasi yang semakin matang, berintegritas, serta dipercaya oleh masyarakat.
Penulis : Endro S
Editor : AL