Konsolidasi Demokrasi Bawaslu Wonogiri: Memperkuat Sinergitas Lintas Sektoral di Kantor Kementerian Agama
|
Wonogiri - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri terus mengintensifkan upaya pencegahan pelanggaran dengan merangkul berbagai elemen strategis. Pada Selasa (05/05/2026), Bawaslu Wonogiri menyelenggarakan agenda Konsolidasi Demokrasi melalui kunjungan kerja resmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri.
Hadir dalam pertemuan tersebut Anggota Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Mugiyono, yang diterima langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Wonogiri, Haryadi, serta Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Wonogiri, Sunarto.
Anggota Bawaslu Wonogiri, Mugiyono, menegaskan bahwa maksud dan tujuan Bawaslu melaksanakan konsolidasi demokrasi ini adalah untuk memperkokoh koordinasi antarlembaga dalam memitigasi potensi pelanggaran, memastikan netralitas ASN di lingkungan instansi vertikal, serta mengoptimalkan peran organisasi kepemudaan dan tokoh agama sebagai garda terdepan pengawasan partisipatif.
“Kami memandang Kemenag dan GP Ansor sebagai mitra strategis yang memiliki basis massa hingga akar rumput. Melalui konsolidasi ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh elemen memiliki pemahaman yang sama dalam menjaga integritas dan kondusivitas wilayah selama tahapan demokrasi berlangsung,” ujar Mugiyono.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kemenag Wonogiri, Haryadi, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah preventif yang dilakukan oleh Bawaslu. Ia menekankan pentingnya menjaga kesucian tempat ibadah dari aktivitas politik praktis.
“Kami menyambut baik inisiatif Bawaslu. Kemenag Wonogiri berkomitmen untuk memastikan ASN di lingkungan kami tetap netral. Selain itu, kami akan menginstruksikan para penyuluh agama untuk terus menyampaikan pesan-pesan kesejukan agar masyarakat tidak terbelah oleh isu SARA maupun politisasi agama,” tegas Haryadi.
Di sisi lain, Ketua PC GP Ansor Wonogiri, Sunarto, menyatakan kesiapan jajaran kadernya untuk ikut mengawal jalannya pesta demokrasi secara aktif. Ia berharap sinergi ini dapat menekan angka pelanggaran di tingkat lapangan.
“GP Ansor siap menjadi mitra Bawaslu dalam melakukan pengawasan partisipatif. Kader kami di seluruh pelosok Wonogiri akan ikut bergerak mengedukasi masyarakat agar berani menolak politik uang dan melawan segala bentuk provokasi yang dapat merusak kualitas demokrasi kita,” ungkap Sunarto.
Kegiatan konsolidasi demokrasi ini ditutup dengan kesepakatan untuk melakukan koordinasi berkelanjutan. Kerjasama erat antara pihak pengawas, instansi pemerintah, dan elemen pemuda ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas keamanan serta menjamin terselenggaranya proses demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat di Kabupaten Wonogiri.
Humas Bawaslu Wonogiri