Minggu, 09 Mei 2021, WIB
Breaking News

Rabu, 03 Jul 2019, 14:02:54 WIB, 627 View Alfian Budiarso, Kategori : PUBLIKASI

WONOGIRI – Desa Jeporo dan desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri melakukan deklarasi sebagai desa anti politik uang. Waktu berjalan semakin dekat menuju pemilu tahun 2019 yang akan dilaksanakan pada hari rabu 17 april nanti, akan semakin banyak kegiatan-kegiatan peserta pemilu seperti kampanye yang akan sering diselenggarakan, dengan adanya deklarasi dari dua desa di Kecamatan Jatipurno Wonogiri sebagai desa pengawas partisipatif pemilu akan semakin mencegah potensi pelanggaran pemilu yang bisa terjadi di kemudian hari.

Launching desa pengawas partisipatif pemilu yang dilaksanakan oleh Bawaslu Wonogiri pada hari sabtu (30/03) tersebut dihadiri juga oleh Ketua Bawaslu Jawa Tengah M Fajar S.A.K Arief.

“Kalau semua warga terlibat dalam proses pengawasan Insya Allah pelanggaran bisa kita cegah dan kita tindak kalau memang terjadi” Jelasnya.

Dengan jumlah TPS sebanyak 115.391 dan 27 juta pemilih di seluruh jawa tengah dan Wonogiri dengan jumlah TPS sebanyak 3.913, adanya pengawasan partisipatif yang dilakukan oleh masyarakat setempat tentunya akan semakin efektif untuk mencegah berbagai pelanggaran, launching desa pengawas partisipatif dimeriahkan dengan pagelaran seni budaya reog singo jaluwono, menurut M Fajar Arief dengan seni budaya masyarakat akan lebih menerima dan memahami sosialisasi agar mereka terlibat dalam pengawasan partisipatif.

“Seni budaya yang ada di Indonesia tidak hanya soal fisik tapi juga soal batin” Ucapnya.

M Fajar Arief Juga menyampaikan pada masyarakat, betapa pentingnya untuk tidak menerima politik uang dan mengajak seluruh masyarakat memulai dari diri sendiri untuk menolak politik uang karena dengan menolak politik uang maka masyarakat juga ikut aktif dalam memberantas korupsi.

Ketua Bawaslu Wonogiri Ali Mahbub mengucapakan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir, dan juga kepada warga desa Jeporo dan desa Kembang yang ikut berpartisipasi sebagai dua desa pertama dari 294 desa kelurahan di wonogiri yang menyatakan siap untuk ikut menjadi desa pengawas partisipatif pemilu, Ali Mahbub juga berharap ini bisa menjadi contoh bagi seluruh desa kelurahan yang ada di wonogiri.

“Seluruh warga desa bertanggung jawab secara moral, dalam rangka mempertahankan desanya dan warganya betul-betul berperan serta dalam pengawasan pemilu siap untuk menolak segala bentuk praktek politik uang, segala bentuk isu SARA, berita HOAX dan sebagainya” Ucapnya.

Acara tersebut berlangsung dengan meriah, dihadiri oleh seluruh Komisioner Bawaslu Wonogiri, jajaran panwascam Jatipurno, camat jatipurno, kapolsek, kepala desa, komandan koramil, seluruh tamu undangan dan juga masyarakat setempat.



BAWASLU SOSIALISASIKAN PERBEDAAN SENGKETA PEMILU DAN PEMILIHAN
Selasa, 06 Apr 2021, 20:07:14 WIB, Dibaca : 39 Kali
BAWASLU WONOGIRI MENYAKSIKAN PEMBUKAAN BARANG EKS LOGISTIK PILKADA 2020
Jumat, 26 Mar 2021, 11:42:49 WIB, Dibaca : 28 Kali
Pengawasan Penetapan Pasangan Calon Terpilih
Kamis, 28 Jan 2021, 11:26:41 WIB, Dibaca : 287 Kali

Tuliskan Komentar